inNews Online - Desa Jayanti terletak di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan luas wilayah 444,17 hektar. Desa ini secara geografis berbatasan langsung dengan laut (Samudra Hindia) di sebelah barat, serta mencakup perbukitan (Gunung Jayanti) dan dataran rendah, dengan wilayah yang membentang dari Cisoka hingga Cipatuguran.
Berikut adalah batas wilayah Desa Jayanti:
Timur: Desa Citarik.
Selatan: Sungai Cimandiri dan Desa Cidadap.
Utara: Gunung Jayanti dan Kelurahan Pelabuhanratu.
Barat: Kelurahan Pelabuhanratu dan Samudra Hindia.
Karakteristik Geografis & Potensi:
Topografi: Wilayahnya terdiri dari pesisir pantai (sekitar 1 km, termasuk Pantai Batu Bintang), perbukitan, perkebunan, dan permukiman.
Lokasi Penting: Menjadi bagian dari kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark dan lokasi strategis dekat PLTU Palabuhanratu.
Fasilitas: Terdapat Jembatan Kuning Bagbagan dan bunker peninggalan bersejarah.
Desa ini merupakan hasil pemekaran dari Desa Citarik pada 5 April 2012, yang secara administratif terbagi menjadi empat kedusunan, tujuh RW, dan 26 RT.
Berdasarkan data, jumlah penduduk Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tercatat sekitar 11.306 jiwa (terdiri dari 5.792 laki-laki dan 5.514 perempuan) menurut data demografi tahun 2022-2023. Desa ini terbentuk pada 2012 sebagai hasil pemekaran dari Desa Citarik, dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani.
Ringkasan Data Penduduk Desa Jayanti (Sekitar 2022-2023):
Total Penduduk: $\sim$11.306 jiwa.
Laki-laki: 5.792 jiwa.
Perempuan: 5.514 jiwa.
Lokasi: Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Karakteristik: Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi
+3
Data ini menunjukkan pertumbuhan penduduk yang signifikan dari catatan awal pemekaran yang hanya berkisar 3.500 jiwa.
Desa Jayanti di Palabuhanratu merupakan wilayah pesisir dengan budaya yang kental akan tradisi nelayan, gotong-royong, dan kearifan lokal. Sebagai bagian dari Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, desa ini merayakan hari jadi dengan seni budaya dan mendukung tradisi seperti larung saji sesaji/dongdang dalam Hari Nelayan. Tradisi ini wujud syukur dan pelestarian lingkungan.
Berikut poin penting terkait budaya Desa Jayanti:
Tradisi dan Adat: Kental dengan nuansa nelayan, seperti pelarungan sesaji (dongdang) yang disimbolkan dengan doa, shalawat, dan tawasul untuk keberkahan, serta seringkali melepaskan indukan lobster bertelur daripada kepala kerbau.
Kesenian & Perayaan: Perayaan Hari Jadi Desa Jayanti sering dimeriahkan dengan pawai seni budaya, karnaval, marching band, dan musik angklung.
Miniatur "Gurilaps": Desa ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki unsur gunung, rimba, laut, pantai, dan sungai (Sungai Cimandiri), menjadikannya basis budaya pesisir yang kuat.
Gotong-Royong: Semangat kebersamaan yang tinggi, terutama dalam merayakan acara budaya secara mandiri oleh masyarakat nelayan.
Pusat Wisata & Budaya: Terletak strategis di Bagbagan, menjadi salah satu pintu masuk ke Geopark UNESCO, yang mendorong perpaduan budaya tradisional dengan wisata modern.
Budaya di Desa Jayanti berfokus pada pelestarian tradisi nelayan dan menjaga keharmonisan alam.
Kepala Desa Jayanti yang sekarang adalah Nandang, S.Ag



