• Jelajahi

    Copyright © InNews.Online | Latest & Breaking News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Jawaban Bupati di Rapat Paripurna DPRD Kab Sukabumi. Perubahan APBD 2026 Prioritaskan Tiga Sektor Penting

    inNews Online
    Senin, 07 September 2026, 19:34 WIB Last Updated 2026-09-07T12:34:33Z


    inNews Online - Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Pengantar Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Penyampaian dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi.


    Dalam arahannya, Bupati menegaskan penyesuaian anggaran dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah serta prioritas pembangunan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


    Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan dalam perubahan APBD 2026. Di tengah ruang fiskal yang ikut tertekan akibat perubahan Transfer ke Daerah (TKD), Bupati Sukabumi H. Asep Japar memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut dikurangi.


    Penegasan itu disampaikan Asjap saat menjawab pandangan umum tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sukabumi terhadap Raperda Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna, Senin (7/9/2026).


    Asjap mengatakan perubahan anggaran harus disusun dengan melihat kemampuan keuangan daerah sekaligus kebutuhan masyarakat. Meski terdapat penurunan PAD, pemerintah daerah tetap dituntut menjaga pelayanan publik.


    “Memang ada kenaikan, ada penurunan. Tetap kita tidak berpatokan, tapi kita harus memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan meskipun ada penurunan, kita tetap semangat untuk melayani masyarakat,” kata Asjap.


    Menurutnya, tiga sektor akan menjadi perhatian utama dalam perubahan APBD 2026, yakni infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.


    Untuk menjaga penerimaan daerah, Pemkab Sukabumi menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pemutakhiran data, penguatan sistem pemungutan dan pengawasan, digitalisasi, optimalisasi aset daerah dan BUMD hingga pengembangan potensi ekonomi.


    Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan penerimaan tanpa menambah beban masyarakat maupun dunia usaha.


    Di sisi lain, berkurangnya Transfer ke Daerah membuat pemerintah harus lebih selektif menentukan program yang bisa direalisasikan pada tahun berjalan. Artinya, tidak seluruh usulan pembangunan dapat langsung masuk dalam perubahan APBD.


    “Setiap perubahan alokasi anggaran harus memiliki dasar kebijakan yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.


    Pemkab Sukabumi juga tetap menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menghadapi bencana alam, kondisi darurat maupun kebutuhan mendesak masyarakat.


    Sementara ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali mengatakan jawaban Bupati dan Wakil Bupati telah merespons sejumlah catatan yang disampaikan fraksi-fraksi, termasuk mengenai perubahan PAD dan dana transfer.


    Namun, pembahasan belum berhenti di paripurna. DPRD akan masuk ke pembahasan yang lebih teknis bersama organisasi perangkat daerah (OPD).


    “Di perubahan ini ada penambahan anggaran, tapi yang jelas nanti yang lebih rincinya mulai besok akan mulai pembahasan antara komisi-komisi dengan mitra kerjanya, dengan OPD,” kata Budi.


    DPRD, kata dia, meminta setiap tambahan anggaran yang tersedia diarahkan pada program yang benar-benar menjadi prioritas.


    “Kalaupun ada anggaran surplus di perubahan ini bisa digunakan terhadap program-program prioritas yang memang bisa membawa program yang lebih baik, kemudian bermanfaat dan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU